3 Pria Tampan Ini Membuktikan Kalau Tuna Rungu Tidak Menghambat Mereka Berprestasi. Tiru Mereka, Yuk!

Please log in or register to like posts.
News

Teman Zeru, pernah nggak kamu bayangkan jika kamu tidak dapat mendengarkan suara? Pasti sangat menyiksa. Bisa jadi kamu putus asa atau tidak tahu mau melakukan apa di dalam hidup ini.

Tapi, hal ini nggak berlaku untuk tiga pria tampan ini. Selain tampan, mereka juga berprestasi dengan kekurangan yang mereka miliki.

Ben Christopher Cohen

Source: pinterest

Pria pemenang Rugby World Cup pada tahun 2003, lahir pada tanggal 14 September 1978 di Northampton. Ia merupakan seorang yang tuli, tetapi keahliannya dalam berolah raga membawanya menjadi atlet rugby profesional Inggris. 

Setelah pensiun, Suami dari Abby Cohen ini aktif di Ben Cohen StandUp Foundation yang berfokus pada homophobia dan bullying

Ia membuktikan pada banyak orang bahwa rugby pun bisa disederhanakan dan dimainkan oleh mereka yang tidak dapat mendengar.

Matthew Stanley Hamill

Source: zanda.com

Matthew Stanley Hamill atau dikenal sebagai The Hammer adalah penyandang tuli sejak lahir. Sejak kecil ia sudah dididik dengan pemahaman bahwa ia tidak berbeda dengan anak normal lainnya. Matt sendiri memiliki potensi di dalam gulat sejak kecil yang ia pelajari dari ayah tirinya, seorang pelatih gulat.

Ia merupakan pegulat tuna rungu pertama yang menjuarai National Collegiate Wrestling Championship. Tahu kah kamu kalau kisah kehidupan Matt pernah diangkat ke layar lebar dengan judul The Hammer (2010).

Panji Surya Sahetapy

Source: instagram

Mungkin kalian tidak lagi mengenal orang tuanya, namun menyebut film AISYAH: Biarkan Kami Bersaudara yang diperankan Laudya Cynthia Bella kamu pasti bisa mengenali sosok Panji Surya Sahetapy. Yup, Surya, panggilannya, adalah anak ketiga dari pasangan aktor Ray Sahetapy dan penyanyi senior Dewi Yull. 

Dengan keterbatasannya, Surya berhasil menerima medali dalam kompetisi TI untuk penyandang difabel di Bangkok. Pria kelahiran 1993 ini bahkan dipercaya mengajar Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia) di Fakultas Ilmu budaya Universitas Indonesia dan aktif untuk menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas, lho. Surya mengatakan bahwa kalau ingin sukses dan dicintai banyak orang, modal utamanya adalah mencintai diri sendiri.

Jadi, jangan pernah menyerah meraih mimpimu, ya, Teman Zeru!

Cover:  zanda.com

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *