Apakah Kalian Tahu Tentang Pernikahan Dini? Ini Lho Data Anak Remaja Indonesia Yang Perlu Kalian Tahu Berkaitan Dengan Hal Tersebut

Please log in or register to like posts.
News

Teman zeru, kalian pasti sudah nggak asing sama cerita sepasang anak remaja yang berjanji menggunakan materai untuk terus bersama selamanya. Selain itu, banyak juga cerita lainnya dimana kini banyak anak-anak yang menginginkan pernikahan dini dengan alasan mereka tak bisa dipisahkan atau terlalu cinta.

Guys, cinta nggak serta merta bisa membuat pernikahan kalian akan terus bahagia. Untuk hidup dalam pernikahan dibutuhkan dua orang yang sudah dewasa dan kedewasaan ini nggak cuma diukur melalui usia. Lagipula, tahukah kamu kalau pernikahan dini bukanlah jalan akhir ketika kalian nggak bisa mencapai cita-cita kalian? Berikut ini fakta-fakta pernikahan dini yang wajib kalian pahami dikutip dari cewekbanget.grid.id.

 

Indonesia menempati urutan 7 dari 10 negara dengan angka pernikahan anak tertinggi

Source: abcnews.go.com

Yup, negara kita tercinta menempati urutan ketujuh dari sepuluh negara dengan angka pernikahan anak tertinggi. Hufft… Data ini diambil dari UNICEF yang bekerjasama dengan BPS tahun 2015. Kebayang nggak kamu? Seharusnya banyak anak yang bersekolah tetapi mereka end up dalam sebuah pernikahan?

 

23% adalah angka pernikahan di bawah umur di Indonesia

Source: zackdonaldson.org

Menurut data, anak Indonesia yang sudah menikah di bawah umur 18 tahun hampir menyentuh angka 23%. Artinya, di antara 100 anak terdapat 23 anak yang sudah menikah.

 

Pernikahan anak usia dini lebih banyak di desa

Source: kid101.com

Pernikahan anak di desa terjadi sebanyak 27.11%, sedangkan di kota pernikahan anak terjadi sebanyak 17%.

 

Penyebab pernikahan dini kebanyakan datang dari kondisi keluarga

Source: todayifoundout.com

Beberapa di antaranya adalah budaya, keadaan ekonomi yang tidak baik, kehamilan yang nggak diinginkan. Selain itu kurangnya informasi, pemaksaan pernikahan, kepercayaan, dan tidak adanya kesetaraan gender juga menambah angka pernikahan dini di Indonesia.

 

Kebanyakan orang dikatakan dewasa begitu menginjak usia 20 tahun

Source: kid101.com

Menurut psikolog Roslina Verauli, walaupun seorang anak sudah mengalami masa subur dan siap untuk dibuahi tetapi secara emosional dan sosialnya anak tersebut belum siap. Individu akan dianggap siap secara mental ketika berusia di atas 20 tahun sehingga dia bisa mengeliminasi risiko dan menghilangkan dampak yang mungkin timbul akibat pernikahan dini.

Miris bukan? Teman Zeru, ingatlah kalau kalian memiliki hak yang sama untuk mengejar mimpi kalian dan pernikahan bukanlah jalan keluar.

(ERN)

Cover: scarymommy.com

Reactions

1
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

1

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *