Kekerasan Fisik Dan Seksualitas Pada Anak Ternyata Lebih Banyak Dialami Oleh Anak Laki-Laki, Lho. Ini Kata KPAI Tentang Faktanya

Please log in or register to like posts.
News

Guys, baru-baru ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengeluarkan data mengenai kasus kekerasan fisik dan juga pelecehan seksual yang terjadi pada anak di sekolah. Hal ini diangkat lantaran tersiar kabar mengenai kasus murid laki-laki yang mendapatkan hukuman di sekolahnya dengan menjilat WC. Uh!

Karenanya, Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati pun akhirnya menyampaikan kalau hal tersebut sudah mencoreng dunia pendidikan di Indonesia. “KPAI menyampaikan keprihatinan mendalam atas berbagai kasus kekerasan yang terjadi di sekolah, mulai dari pemukulan sampai penghukuman tak wajar, seperti menjilat WC sebagaimana dialami oleh siswa SD di Sumatera Utara,” jelasnya yang dikutip dari idntimes.com.

Source: tribunnews.com

Menurutnya, perilaku kekerasan seperti ini kini justru membayangi laki-laki. Kasus kekerasan seksual oleh guru di kabupaten Tangerang korbannya mencapai 41 siswa laki-laki, di Jombang korbannya mencapai 25 siswi, di Jakarta korbannya 16 siswa laki-laki, kasus di Cimahi korbannya 7 siswi, dan kasus oknum wali kelas SD di Surabaya korbannya mencapai 65 siswa laki-laki. Ia juga menambahkan bahwa tren kasus seperti ini sudah berubah. “Kalau sebelumnya korban kebanyakan anak perempuan, tetapi data terakhir justru korban mayoritas anak Iaki-laki,” katanya.

Di awal 2018 saja pengaduan yang diterima KPAI didominasi oleh kekerasan fisik dan anak korban kebijakan ada 72 kasus. Sedangkan untuk kekerasan psikis 9 kasus, kekerasan finansial atau pemalakan dan pemerasan kasus, dan kekerasan seksual 2 kasus. Kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum guru sendiri sebagian besar dilakukan di area sekolah, seperti di toilet, di ruang kelas, di ruang OSIS, dan bahkan ada yang di musala. Tepatnya di tempat penyimpanan karpet.

DKI Jakarta sendiri memiliki angka tertinggi yaitu 58 persen dari 8 daerahlainnya seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Daerah ini merupakan daerah yang melakukan pengaduan maupun pengawasan kasus yang viral di media.

So, guys… Berhati-hatilah selalu. Jika kalian pernah mengalami hal serupa kalian memiliki hak untuk melaporkan pada pihak yang berwajib.

(ERN)

Cover: kompas.com

Reactions

1
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

1

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *