Kepergian Jonghyun Bikin Kita Makin Aware Sama Depresi. Ini Lho Yang Harus Kamu Lakukan Kalau Temanmu Depresi

Please log in or register to like posts.
News

Kesedihan menyelimuti Shawol, panggilan untuk fans SHINee. Tapi, nggak cuma Shawol, banyak sekali orang di luar sana yang ikut menyesali dan bersedih ketika mendengar kabar ini. Sebuah kabar yang menyatakan kepergian untuk selamanya dari salah satu personel yang juga menjadi lead vocal Shinee. Jonghyun dinyatakan tak tertolong dan meninggal pada 18 Desember 2017 karena bunuh diri.

Source: thebiaslist.com

Sebelumnya, ternyata Kim Jong Hyun telah meninggalkan pesan pada kakaknya untuk melepaskan kepergiannya dalam pesan singkat. Namun, ia pun telah menitipkan sebuah pesan pada personel Cloud Nine, dan inilah isi hati Jonghyun sebelum ia pergi:

“Aku rusak di dalam.
Depresi yang pelan-pelan memakanku dari dalam pada akhirnya menelanku.
Aku tidak bisa mengalahkannya.
Aku benci diriku sendiri. Aku mencoba menahan kenangan yang sudah rusak dan berteriak pada diriku sendiri agar bertahan, tapi tidak ada jawaban.
Kalau bernapas saja sulit bagiku, lebih baik tidak bernapas sama sekali.
Hanya aku.
Aku sendirian.
Mudah saja bilang aku akan mengakhiri semuanya. Sulit mengakhiri semuanya.
Aku hidup sejauh ini karena rasa sulit itu.
Mereka bilang aku ingin kabur.
Memang benar. Aku ingin kabur.
Dari aku.
Dari kalian.
Aku bertanya itu siapa. Itu aku. Dan itu lagi-lagi aku.
Aku bertanya kenapa aku terus kehilangan kenanganku. Mereka bilang itu karena kepribadianku. Baiklah. Pada akhirnya semua salahku.
Aku ingin seseorang menyadari, tapi tidak ada yang sadar. Tidak ada yang menemuiku, jadi tentu saja mereka tidak tahu aku ada.
Aku bertanya kenapa orang bisa hidup. Orang-orang cuma hidup.
Kalau aku bertanya kenapa orang mati, aku rasa mereka akan bilang karena orang itu sudah lelah.
Aku menderita dan aku khawatir. Aku tidak pernah belajar bagaimana mengubah rasa sakit menjadi kebahagiaan.
Rasa sakit tetap saja rasa sakit.
Mereka bilang padaku untuk jangan seperti itu.
Kenapa? Aku tidak boleh mengakhiri semuanya seperti yang aku inginkan?
Mereka bilang padaku untuk mencari tahu kenapa aku merasa sakit.
Aku tahu kenapa. Aku merasa sakit karena aku. Semuanya salahku karena aku payah.
Dokter, itukah yang ingin kau dengar?
Tidak, aku tidak melakukan kesalahan.
Saat dokter menyalahkan kepribadianku dengan suara pelannya, aku berpikir mudah sekali jadi dokter.
Luar biasa betapa sakitnya aku. Orang-orang yang lebih banyak merasa sakit hidup dengan baik.
Orang-orang yang lebih lemah dari aku hidup dengan baik. Aku rasa tidak. Dari semua orang yang masih hidup, tidak ada yang lebih sakit dariku dan tidak ada yang lebih lemah dariku.
Tapi mereka bilang aku harus hidup.
Aku bertanya beberapa kali, tapi bukan untukku. Untuk kalian.
Aku ingin itu untukku.
Jangan bilang sesuatu yang tidak masuk akal.
Mencari tahu kenapa aku merasa sakit? Aku sudah bilang kenapa. Kenapa aku merasa sakit. Memangnya tidak boleh sesakit ini karena hal itu? Apa aku perlu detail yang dramatis? Aku butuh kisah lebih banyak?
Aku sudah bilang kenapa. Apa kau tidak mendengarkan? Hal-hal yang bisa aku menangkan tidak berakhir dengan bekas luka.
Bukan tempatku untuk bertarung dengan dunia.
Bukan hidupku untuk dikenal dunia.
Mereka bilang itulah kenapa aku lebih merasa sakit. Karena aku bertarung dengan dunia, karena aku dikenal dunia. Kenapa aku memilih ini? Itu lucu.
Suatu keajaiban aku bertahan sejauh ini.
Apa lagi yang bisa aku katakan? Bilang saja aku sudah bekerja keras.
Walaupun kau tidak bisa tersenyum saat kau melepasku, tolong jangan salahkan aku.
Aku sudah berusaha keras.
Selamat tinggal.” 

Sebelum kejadian ini, dalam lagunya Jonghyun seakan menyiratkan apa yang ia rasakan, Lonely. Melalui lagu ini pemilik suara 4 oktaf  itu pun mengekspresikan kesedihannya.

Teman zeru, apakah kamu memiliki teman yang terlihat ceria dan baik-baik saja namun ternyata dia memiliki banyak pergumulan? Mereka mengalami depresi seperti Jonghyun namun tidak mendapatkan jalan keluar? Yah, benar orang yang depresi sometimes terlihat baik-baik saja, tetapi semakin lama hal ini membuat mereka semakin sakit.

Source: sputniknews.com

Beberapa tanda depresi yang mengarah pada bunuh diri yang bisa kamu lihat adalah:

Mereka bicara lewat apa saja

Orang-orang yang pandai menyembunyikan perasaan mereka ini kerap menuliskan kesakitannya secara tersirat. Baik melalui puisi, lagu, atau status yang menyatakan bahwa mereka sudah nggak mampu jalanin hidup. Mereka kecewa pada diri sendiri.

Mereka menarik diri

Perlahan mereka menjauh dari komunitasnya. Beberapa orang terdekat pun menerima pesan berisi kata terima kasih dan ungkapan pamit. Mereka pun terkadang menjadi agresif karena mood yang tidak terkontrol.

Dikutip dari alodokter.com gejala psikologis lain yang terlihat adalah merasa bersalah, merasa putus asa, selalu merasa cemas, mood buruk atau sedih secara berkelanjutan, sensitif, mudah menangis,  merasa sangat rendah diri, tidak ada motivasi hidup, berkeinginan untuk bunuh diri dan banyak lagi. Sedangkan secara fisik, pada umumnya berat badan mereka menurun, gangguan pola tidur, selalu merasa lelah, dan merasa nyeri tanpa sebab yang jelas.

Lalu, apa yang harus kamu lakukan ketika temanmu atau kamu mengalami depresi? Berikan mereka cinta. Jadilah pendengar yang bijak. Dengarkan apa yang ingin teman kalian sampaikan. Peluk dan katakan bahwa mereka tidak sendirian dan mereka dicintai. Dengan demikian kamu bisa menjadi supporter yang diandalkan oleh mereka dan mencegah tindakan bunuh diri.

Jika yang mengalami hal ini adalah kamu sendiri dan kamu mau curhat tapi nggak tahu sama siapa, kamu bisa klik kolom chat di kanan bawah layar kamu. Kami tim dari Generasizeru bakalan dengerin semua keluh kesahmu. Jangan pernah merasa berjuang sendirian.

Semangat!

Cover: metro.co.uk

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *