Menyerah Sama Hidup Kamu? Belajarlah Pada 9 Orang Keren Dengan Down Syndrome Ini

Please log in or register to like posts.
News

Pernahkah kamu merasa tidak berguna saat menghadapi masalah yang besar dalam hidupmu? Atau jangan-jangan kamu pernah memutuskan untuk melakukan hal yang tidak wajar untuk melampiaskan emosi negatif kamu?

Teruslah berusaha! Contoh 9 teman kita yang hidup dengan Down Syndrome ini. Down syndrome adalah kelainan kromosom pada janin hingga berdampak pada keterbelakangan fisik dan mental saat lahir. Namun, dengan kekurangan mereka ini justru mereka menciptakan sebuah perbedaan dalam hidup mereka. Tak hanya itu, mereka bahkan sukses dalam karier yang mereka jalani.

Dikutip dari Oddee.com, beberapa faktor yang menyebabkan mereka tetap positif adalah orangtua dan lingkungan sekitar. LIngkungan yang positif dapat membantu kamu menjadi orang yang lebih baik. Inilah cerita sembilan orang yang bisa menginspirasi hidup kamu.

 

1. Katie Higgins

Sebelum Katie lahir, ibunya, Mary Higgins sempat diberitahu sang dokter bahwa Katie kecil yang masih dalam kandungannya akan menderita down syndrome. Dokter bahkan menyarankannya untuk tidak meneruskan kelahirannya. Namun Katie Higgins tetap terlahir ke dunia, tepatnya pada tahun 1990 di Yorkshire, Inggris.

Katie memiliki seorang kakak laki-laki, namun suatu waktu kakaknya meninggal karena kanker dan hal ini membuat Katie dan ibunya depresi. Untuk menghilangkan depresi, mereka memutuskan untuk mengambil kelas zumba dengan instruktur mereka Amanda Laycock.

Ternyata sesuatu yang istimewa ditemukan dalam diri Katie. Mau tahu seperti apa istimewanya gerakan Katie? Klik ini deh.

Amanda mengatakan bahwa Katie adalah anak muda yang menginspirasi. Ia merasa sebuah kebanggaan bisa melihat Katie tumbuh dengan penuh rasa percaya diri dan mencintai hidupnya, mencintai tarian, dan musik. Ia pun menambahkan bahwa dari semuanya itu, yang paling penting adalah bagaimanana ia menjadi pengaruh untuk orang di sekitarnya.

 

2. Zhou Zhou

Zhou Zhou memiliki talenta luar biasa. Dia merupakan satu-satunya konduktor musik di dunia yang tidak dapat membaca not, tetapi ia dapat mengingat melodi yang ia dengar sejak pertama kali ia mendengarnya.

Zhou Zhou lahir di Wuhan pada 1979 dengan IQ hanya 30 persen dari IQ orang rata-rata. Walau ia tidak dapat mengetahui umurnya sendiri, tetapi dia dapat mengingat bagian demi bagian pada setiap instrumen musik, lho.

Kemampuan ini Zhou-Zhou dapatkan sejak ia kecil dari ayahnya. Ayah Zhou-Zhou yang seorang cellist di Wuhan Symphony Orchestra selalu membawanya saat berlatih. Saat itu, Zhou-Zhou kecil hanya duduk diam memerhatikan sang ayah. Ia mulai berlatih dan beraksi sebagai seorang konduktor ketika semua pemain musik beristirahat.

Kini Zhou Zhou telah menjadi konduktor yang paling dihomati diseluruh dunia. Bahkan ia dikenal sebagai konduktor National Symphony Orchestra dan Cincinnati Pops Orchestra. Aksi Zhou Zhou bisa kalian lihat di sini.

 

3. Ayelén Barreiro

Ayelen Barreiro, merupakan wanita muda asal Argentina dengan down syndrome. Walau demikian, ia memiliki kemampuan menari yang apik sehingga pada tahun 2012 Ayelen terpilih untuk membintangi sebuah reality show, Bailando por Un Sueno yang setara dengan acara Dancing With The Stars di Amerika. Lihat semangat Ayelen dan partnernya saat menari , di sini.

Kamu tahu nggak, ini merupakan sejarah di Amerika Latin, bagaimana seorang anak dengan down syndrome berkompetisi di televisi. Ayelen pada akhirnya memang nggak menjadi juara pada kompetisi ini. Tetapi, ia menunjukkan keuletan serta tekhnik menari yang baik di lantai dansa. Inilah yang membuat tunangan dari Facu, yang juga menyandang down syndrome, memiliki banyak sekali fans. Mereka terinspirasi oleh karenanya. Keren banget, kan?

 

4. Noelia Garella

Bagaimana mungkin anak dengan down syndrome bisa menjadi seorang guru? Kenapa tidak. Inilah yang dilakukan oleh Noelia Garella. Ia bahkan menjadi guru pertama dengan down syndrome yang mengajar untuk anak down syndrome di Argentina. Noelia lulus dari pendidikan mengajar pada tahun 2007 dan saat ini ia bekerja di daycare pusat kota di daerah Cordoba.

Noelia yang berusia 29 tahun ini memiliki gelar di bidang Ekonomi dan Manajemen Organisasi dengan konsentrasi pariwisata, pelayanan, dan transportasi. Ia merasa bahwa tidak ada prasangka apapun terhadapnya ketika ia mulai bekerja. Bahkan orangtua dan anak-anak senang saat ia memberikan susu, makan siang, dan makanan ringan.

 

5. Tim Harris

Walau terlahir dengan down syndrome, rasanya tak ada yang meragukan kemampuan Tim Harris dalam berbisnis. Ia merupakan satu-satunya pemilik restoran di Amerika dengan down syndrome.

Impian Tim Harris memiliki restoran sendiri terwujud pada tahun 2010 lalu dengan bantuan dan dukungan dari orang tuanya. Tim menyebut restorannya “World’s friendliest” karena di restoran ini kamu tak hanya bisa mendapatkan sarapan dan makan siang, tetapi juga pelukan hangat darinya.

Ia bahkan telah memberikan pelukan hangat pada beberapa orang ternama seperti Jordin Sparks dan Stevie Wonder. Ia pun sudah memberikan pelukannya pada mantan Presiden Amerika, Barrack Obama di White House.

 

6. Pablo Pineda

Namanya dikenal sebagai seorang aktor di Spanyol, yang mendapatkan penghargaan Silver Shell pada tahun 2009 di San Sebastian International Film Festival.

Pablo mendapatkan penghargaan ini untuk perannya dalam film Yo Tambien. Dalam film ini ia berperan sebagai seorang lulusan univesritas dengan down syndrome, yang mirip dengan kehidupan pribadinya. Selain itu, ia juga menjadi mahasiswa pertama dengan down syndrome yang mendapat gelar sarjana di Eropa.

 

7. Angela Bachiller

Orangtua dengan anak penyandang down syndrome merayakan pengangkatan Angela Bachiller sebagai anak dengan down syndrome pertama di Spanyol yang dapat memegang jabatan publik dan karir politik di pemerintahan.

Harapan besar ditaruh pada Angela supaya ia bisa memperjuangkan suara anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus di pemerintahan.

 

8. Madison Tevlin

Menyandang down syndrome dengan berbagai fakta seperti tidak mudah menghapal, tidak mampu berbicara dengan nada tinggi, tidak bisa berbicara dengan jelas nyatanya tak menjadi halangan untuk Madi. Madison Tevlin remaja 13 tahun asal Kanada bercita-cita menjadi penyanyi. Di channel YouTube pribadinya, ia sudah memiliki 7422 subscriber. WOW!

Dengan keeterbatasannya, Madi justru berlatih dengan keras untuk mendapatkan hasil yang baik. Ia berlatih vokal dan juga ekspresi untuk memperlebar range suaranya dan mendapatkan teknik yang baik untuk bernyanyi.

Melalui video ini, kamu bisa melihat betapa Madi mencintai hobinya dan ia bahkan mampu menghapal 348 kata dalam lagu yang dipopulerkan oleh John Legend ini. Luar biasa, bukan?

 

9. Madeline Stuart

Tanpa rasa ragu Madeline Stuart melangkah sebagai model, setelah menurunkan berat badannya sebanyak 20 kg. Dengan langkah pasti ia ingin menunjukkan pada dunia bahwa menyandang down syndrome bukan alasan bagi seseorang untuk berhenti mengejar mimpinya. Hal itu dibuktikannya dengan sejumlah prestasi seperti di antaranya berjalan di New York’s Fashion Week dan menjadi salah satu fashion brand, EverMaya.

Damian Graybelle, pendiri EverMaya, mengatakan bahwa Madeline ingin mengatakan pada orang-orang yang mempunyai down syndrome seperti dirinya, mereka tidak sendirian. Mereka bahkan bisa punya harapan yang tinggi agar apa yang diinginkan bisa tercapai.

Latihlah dirimu menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari. Keterbatasan bukanlah sebuah halangan untuk meraih mimpi! Semangat.

Cover: oddee.com

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *