3 Alasan Paling Umum Kenapa Kamu Ingin Pacaran. Takut Dianggap Alien, Katanya

Please log in or register to like posts.
News

Teman, pernah nggak saat kalian berpacaran kalian melakukan PDA alias Public Display of Affection alias ngumbar kemesraan? Ngumbar kemesraan ini banyak bentuknya, lho. Mulai dari mencium pipi, berpelukan, bahkan kissing yang semuanya dilakukan di depan umum. Apa pendapat kalian tentang gaya pacaran seperti ini?

Di Indonesia, tidak semua orang bisa menerima PDA. Dan yang perlu diingat adalah jangan sampai hanya karena banyak orang melakukan hal tersebut, membuat kita jadi ingin memiliki pasangan juga. Ini merupakan salah satu contoh pacaran yang salah.

Apa lagi contoh lainnya?

1.Sekadar Status

“Lo nggak pacaran? Nggak keren!” Kebanyakan kita menganggap kalau pacaran adalah salah satu tools pendongkrak status. “Biar keren!”, gitu. Bahkan, banyak remaja muda di luar sana yang malu ketika mereka belum punya pacar dan berujung pada rasa tidak percaya diri. Guys, pacaran nggak akan membuat status dan derajat keren kamu berubah secara signifikan. In humble opinion, kalian keren nggak bergantung hanya dari sebuah status. Tetapi bagaimana kalian bisa menjadi orang yang berbeda dan menjadi orang yang berpengaruh untuk lingkungan kamu. Itu baru seru dan keren!

 

2.Takut Dianggap Alien

Nggak pacaran berarti kalian hidup di dunia yang berbeda dengan mereka yang berpacaran. Sehingga, kalian harus pacaran juga supaya bisa hidup di dunia yang sama? BIG NO! Jangan sampai alasan ini justru melukai pasangan kalian nantinya, ya.

 

3.Ikut-ikutan

“Namanya juga setia kawan. Dia pacaran, saya juga cari pacar biar bisa jalan bareng,”. Guys, ini jauh dari setia kawan. Buktikan kesetiakawanan kalian dengan cara yang lebih baik.

Tapi, jika melihat ketiga hal di atas wajar rasanya terjadi kalau kita nggak ngerti tentang apa itu pacaran dan tujuan dari berpacaran yang sebenarnya. Akibatnya, gaya berpacaran pun jadi melenceng dari yang seharusnya. Pacaran hanya akan dijadikan pemuas status, pengakuan dan pemuas hawa nafsu.

Padahal, yang paling penting itu adalah mengetahui identitas kita. Teman, kalau ketika kita berpacaran hanya untuk sebuah coklat dan pengakuan, berarti ada yang nggak beres sama identitas kita. Sebab, nggak ada pacar atau gaya pacaran yang bisa melengkapi identitas dan kekosongan jiwa kita. Cuma Tuhan yang bisa kasih itu semua, secara utuh.

 

Pacaran itu memang lebih serius dari sekedar teman, tapi nggak sok berlebihan juga seperti orangtua kita yang sudah menikah. Yang namanya pacaran itu butuh emosi dan jiwa, bukan sekadar status. Makanya, pas PDKT pasti rasanya jantung ini dag dig dug mau meledak. Sebaliknya, saat kita diputusin hancuuuur bangeetttt rasanya.

So, kesimpulannya pacaran itu merupakan jenjang menuju pernikahan. Jadi, pacaran harus serius nggak? Ya, jelas harus serius. Makanya, kita harus perhatikan siapa yang jadi pacar kita dan bagaimana cara kita berpacaran. Karena hidup kita ini bukan cuma buat kita saja, melainkan apa yang bisa menyenangkan hati Tuhan kita.

Ngobrol seru bareng Bang Radit tentang pacaran ini bisa kalian saksikan di sini.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *